Minggu, 21 Desember 2014

PERISTIWA ANEH



Namaku Ashila Putri aku seorang gadis yang selalu ceria tapi kejadian dua tahun lalu mengubah semua sifatku, pertengkaran kedua orang tuaku saat itu sangatlah hebat sehingga jalan terbaik bagi mereka adalah bercerai kejadian itu membuatku sangat terpukul, aku tidak bisa menerima kenyataanbahwa keluarga kecilku tak lagi utuh .
Saat mamah dan papahku tahu bahwa aku melihat semua kejadian itu mereka mengajaku bicara, tapi saat itu aku tank ingin bucara sedikitpun pada mereka, aku berlari meninggalkan mereka.
“Shilllll dengarkan penjelasan kami “
Mamahku mencoba menghentikan ku tapi aku tak mempedulikannya sedikitpun , aku terus berlari meninggalkan mereka sejauh mungkin bayangan kejadian pertengkaran kedua orang tuaku tadi terus berputar dalam otakku  mobil berkecepatan tinggi menghantam tubuhku.
Aku membuka mataku, yang kulihat saat itu ayah,mamah dan kakak ku menangis di depanku
“ mamah,ayah,kakak apa yang terjadi?”
Aku mencoba bicara pada mereka tapi sepertinya mereka tidak mendengar ucapanku
“ hellow, kalian ini kenapa ?”
Tapi mereka tetap tidak mendengar, aku baru menyadari bahwa raga dan jiwaku terpisah
“ ya tuhan apa mungkin , aku sudah dialam yang berbeda “
“ shill bangun shill maafkan mamah” ucap mamah
 “ mamah ini Shilla mah”
“ Hiks,,,,Hiks,,,Hiks” mamah terus menangis
“ aku harus berusaha untuk menyatukan raga dan jiwaku lagi “
Aku terus berusaha menyatukan raga dan jiwaku tapi semua sia-sia,seorang suster memasuki kamar rawatku .
“ Dokter ingin bicara dengan bapak, silahkan temui dokter diruangannya” ucap seorang suster pada ayahku, aku mengikuti ayah yang menuju ruang dokter .
“ selamat siang dok” ucap ayah
“ selamat siang bapa, silahkan duduk” ucap seorang dokter yang begitu ramah
“ Bagaiman kondisi anak saya Dok ? “  tanya ayah
“ sepertinya kondisi shilla semakin memburuk pa, tubuhnya menolak semua obat yang diberikan jika dalam tiga hari ini dia tidak juga sadar, kami mohon maaf kami sudah berusaha”
Aku sangat shock mendengar ucapan dokter itu
“ aku harus bisa menyatukan ragaku”
Aku terus menyusuri lorong rumah sakit itu sambil memikirkan bagaimana caranya agar ragaku bisa menyatu dengan jiwaku lagi , aku duduk di atap rumah sakit itu .
“ hey sedang apa kau disitu “ seseorang menbuyarkan lamunanku
“ kau bicara padaku ? “
“ lalu dengan siapa lagi aku bicara ? “ jawab laki-laki yang mengenakan seragam dokter itu
“ kau bisa melihatku ? “ tanyaku
“ kau fikir aku buta tak bisa melihat orang sebesar kau “ jawab lelaki itu
“ taa,,, tap,, tapi”
“ tapi apa ? sudahlah sedang apa kau disini ? “
Belum sempat aku menyelesaikan perkataanku lelaki itu memotong ucapanku
“ aku sedang memikirkan sesuatu” ucapku
“ memikirkan apa ? pacarmu ? “
“ pacar ? aku tak punya pacar “
“ lalu apa ? dan siapa namamu ? “
Lelaki itu mengajakku bersalaman tapi aku tidak akan mungkin bisa bersentuhan dengannya, aku hanya diam .
“ kenapa ? kau tak mau berkenalan denganku ? “  ucap lelaki itu
“ tidak aku hanya tidak biasa bersalaman dengan lelaki, namaku Shilla “  ucapku berbohong
“ baiklah namaku Aditama “
“ kau dokter disini ?” tanyaku
  menurutmu pakaianku seperti ini apa? OB ? jawab Aditama
“ Tidak , kau dokter termuda yang pernah aku temui “
“ Dokter termuda atau terkeren ? “
Aku dengannya mengobrol seperti sudah kenal sejak lama, sampai aku lupa tujuanku ketempat ini adalah untuk memikirkan bagaimana caranya agar jiwa dan ragaku  bisa menyatu kembali.
“ Shilla kamu kenapa? Mengapa tiba-tiba diam ? apa ada yang sedang kau fikirkan “  tanya Aditama
“ sebenarnya aku ketempat ini karna aku sedang mencari jalan keluar untuk masalahku “
Aku ceritakan semua kejadian yang aku alami , awalnya dia tidak percaya dengan ceritaku yang memang tidak masuk di akal tapi inilah kenyataannya.
“ Jika kamu tidak percaya coba saja kau sentuh aku “ ucapku
Dengan ragu dia menyentuh tanganku tapi tembus begitu saja
“ jadi ini semua benar ? “ tanya Aditama
“ menurutmu ? apa kamu bisa membatuku , waktuku hanya tiga hari “
“ aku akan membantumu, kau tenang saja ada aku disini” ucap Aditama mencoba meyakinkanku
“ Terima kasih Tam “
Aditama membantuku,dua  hari telah berlalu aku dan Tama belum juga menemukan caranya aku sudah berulang kali mencoba tapi terus gagal, waktuku hanya tinggal beberapa jam lagi .
“ Hiks,,,Hiks,, Hiks “ suara tangisku
“ kau harus tenang kita akan segera menemukan jalan keluarnya “
“ tapi waktuku sudah tak banyak, ini sudah hampir jam 12 malam ”
“ coba kamu ulangi lagi, sambil kau coba fikirkan orang-orang yang kamu sayang itu motivasimu untuk bisa menyatuan jiwa dan ragamu “  Aditama
Aku terus mencobanya tapi gagal dan gagal terus dan tiba-tiba
“KRIIIIIIIIINNNNNNGGG,,,,,KRIIIIIIIINGGGGGGG “
Terdengar Suara jam weker dikamarku
“ Hoaaammm ,,,, ternyata itu semua hanya mimpi “




“SELESAI”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar